Sunday, November 29, 2020

,

Saham Pertamaku

 

Dibalik segala musibah yang terjadi di tahun 2020, pasti ada hikmahnya
salah satu nya adalah gue mulai berpikir untuk invest saham. Di saat ekonomi secara nasional berada pada titik kriris smpe semua para ahli ekonomi  berbondong bondong untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara bertahan hidup ditengah krisis, bagaimana seharusnya mengelola keuangan yg sehat dan bagaimana cara investasi.

Gue tertarik untuk ikut dalam segala webinar dan youtube yg ngebahas tentang investasi, salah satunya Raditya Dika. Setelah gue evaluasi menurut kondisi keuangan gue saat ini masuk dalam kategori sehat maka langkah selanjutnya yang hrus gue ambil adalah mencari instrument investasi yang tepat. Buat kalian yang blm tau kondisi keuangan kalian bagaimana, ada baiknya evaluasi dulu apakah sehat atau tidak, krna kalau belum dalam kondisi yang sehat lebih baik memperbaiki kondisi keuangan dlu sblm berinvestasi.

Oke kita langsung aja buat kalian yang merasa pengen nih investasi saham tapi masih bingung masih takut masih belum ngerti, nih gue kasih langkah langkah atau tips menurut pengalaman gue ya!

1. Mulai dari reksadana

Bagi pemula banget, gue sarankan lebih baik mulai dari reksadana. Kenapa? Karena resikonya lebih kecil dan modalnya juga jauh lebih kecil, bisa mulai dari 10k. Di reksadana ini kita ibaratnya menitipkan uang kita untuk dikelola oleh manager investasi yang tentunya berpengalaman di bidang saham ini, jadi 1 produk reksa dana akan di diversifikasi menjadi beberapa saham, hasil diversifikasi ini yang membuat low risk tapi low return juga, jadi jangan ngarep return yang gede dulu. Di Reksadana kita ditawarkan beberapa jenis yaitu Reksadana Pendapatan tetap, Reksadana campuran, Reksadana pasar uang dan reksadana saham (berurut mulai dari resiko terkecil).

Gue sendiri baru bener bener paham tentang reksadana sejak bulan maret 2020, aplikasi yang gue pake adalah BIBIT krna menurut gue ini aplikasi yg easy undertstanding banget ditambah bibit ada group telegram untuk kita belajar lebih banyak, bibit juga sudah di awasi OJK jadi aman kalau mau berinvestasi di platform ini.

contoh aplikasi bibit, aplikasi ini bisa di download di IOS maupun anroid

2. Mengenal aplikasi saham

Setelah sebulan gue merasa cukup ngerti di reksadana akhirnya gue tertarik dengan terjun langsung ke saham langsung. Aplikasi pertama yang gue kenal adalah stockbit, yang foundernya sama dengan bibit. Gue kenal stockbit pun krna di group telegram sering di mention yg buat gue jd penasaran. Gue donwload lah nih stockbit tapi gue biarin aja krna gue ngeliat kaya ribet banget aplikasinya,  karena gue ga famliar dengan segala istilah dan grafik grafik yang ada.


3. Niat harus dibarengi usaha

Percuma kalo cuma niat doang tapi gada usaha nya. Gue awalnya cuma niat doang pengen beli saham, tapi mager banget buat belajar, mager banget buat belajar, mager banget buat cari tau sampe akhirnya ada seorang temen yang kembali mengingatkan gue dan gue mulai semangat lagi. Emang untuk belajar itu kita perlu teman untuk sharing. Thanks to Arian, kalo lo waktu itu ga wa gue nanyain soal tulisan gue disini tentang saham, gue ga akan ingte untuk buat daftar akun saham. Tapi tidak selesai sampai disitu permirsa, kendala lain terjadi, saat gue udh semangat buat akun, ternyata stockbit lg membatasi user baru sampe waktu yang ga ditentukan, Apes banget wkwk yaudah tertunda lagi gue buat akun saham. Sampe akhirnya ada seorang temen yang nyaranin pake IPOT/indopremiere, itu juga ga sengaja krna dia notice status wa gue. Thanks juga to Bastian, kalo lo ga komen waktu itu mungkin gue juga ga bakal buat akun saham sampe saat ini, selalu ada jalan kalo mau jalan. FYI proses registrasi ipot ini cukup cepat, dalam waktu sehari gue bisa langsung dapet akun yang bisa langsung di gunain


from this

to this


4. Modal

Mulai dengan modal sedikit dulu, ada baiknya sebelum mulai harusnya udah belajar dulu tentang saham ini. Gue memilih learning by doing sih, karena gue ga ngerti belajar kalo ga di praktekin langsung, jd langsung beli saham nya, tapi ini sesat ya, yang bener itu kata Warren Buffet : jangan investasi untuk hal hal yang kita tidak benar benar paham, jangan sekedar asal ikut ikutan. Saham pertama yang gue beli itu saham Telkom yang emang menurut gue bagus, tanpa tau fundamentalnya secara spesifik, yang gue tau Telkom itu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan BUMN.

5. Resmi jadi Investor saham

Kalau lo udah beli satu saham walopun cuma 1 lot, lo resmi jadi investor saham, keren gak tuh ? kalo ada RUPS lo bias diundang dateng sma perushaan itu. Hahahaa. Nah selanjutnya, kalau mau jadi investor saran gue dari bebrapa baca sana sini, lo harus bener-bener tau fundamental sahamnya kaya apa, karena bakal disimpan dalam waktu yang cukup lama gamau rugi kan? Kalau males belajar fundamental ya minimal ambil saham blue chip aja, saham blue chip ini adalah saham lapis satu atau saham dari perusahaan besar yang labanya stabil, jadi walalupun nanti minus/ harga nya naik turun setidaknya laba nya stabil jadi pembagian deviden nya jelas setiap tahunnya. Kalau niatnya jadi trader perlu juga belajar fundamental dan sering-sering mantengin aja IPOT nya, terus prediksi deh saham mana yang kira-kira bakal di naik dalam beberapa hari. Kasih target sampe profit berpa persen baru akan dijual lagi, tapi kembali lagi resiko rugi itu selalu ada. Gue udah coba beberapa kali wlopun ada ruginya tapi tetep lebih banyak untungnya.

Ini aplikasi IPOT yang bisa di d download di IOS maupun anroid

Untuk pemula kaya gue, instrument investasi saham masih paling kecil porsinya dibanding instrument investasi yang lain (mungkin sekitar 10% lah), karena gue masih takut ama resiko nya. Mungkin kedepannya akan lebih diperbanyak seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pemahaman gue tentang saham ini. Momen pandemic ini bener-bener momentum yang tepat untuk memulai invest di saham karena harga saham-saham saat ini jauh berada jauh lebih rendah malah ada yang mencapai titik terendah dalam 5 tahun terakhir. Jika memang ada dana nya maka invest di saham adalah pilihan yang tepat dengan harapan krisis akan berlalu dan keadaan akan kembali seperti seblum krisis, sehingga harga saham akan mencapai angka normal sama seperti sebelum krisis.

Di sisi lain, invest saham ini masih banyak banget pro dan kontranya diluar sana, semua kembali ke pilihan dan kepercayaan masing-masing, life is a choice, right ? Selamat berinvestasi, cheers!!

Continue reading Saham Pertamaku

Thursday, April 30, 2020

Pandemi 2020

Awal dinyatakan Indonesia darurat pandemi sekitar bulan februari gue masih mencoba tetep kalem dan terus berpikir positif tentang keadaan akan membaik dalam waktu cepat. Gue bahkan ga pernah kepikiran bahwa Indonesia akan ada di titik ini, titik krisis yang hancur secara ekonomi dan mental. 

Gue terlambat untuk menyadari bahwa krisis ini di depan mata, mungkin karena status gue sebagai pegawai negeri yang ga ngebuat perubahan yang drastis dari sisi ekonomi, bagi gue saat itu gue hanya berusaha untuk mengurangi penyebaran covid dengan segala anjuran pemerintah untuk tetap dirumah aja, cuci tangan dan sosial distancing. Ternyata di sisi lain untuk pegawai swasta dan wirausaha mereka lebih awal menyadari krisis ini, mereka  bukan hanya berusaha menghindari virus covid tapi juga menghindari kesulitan ekonomi. Jujur gue bukan ga bersyukur, gimana pun semua sektor berpengaruh untuk keberlangsungan ekonomi indonesia. Jika satu sektor lumpuh, pemerintahan juga yang akan bertanggung jawab, status gue sebagai pegawai negeri juga terancam, Bahkan semua anggaran instansi gue dipotong habis untuk penanggulangan covid. Disini semua posisi akan sama, apapun pekerjaannya. pasti akan merasa insecure sampe kapan ini bakal berakhir dan setelah ini apa kita bakal bisa bangkit setidaknya kembali ke posisi semula ?

Banyak hal yang menjadi pertanyaan dikepala gue, sejak saat covid muncul dinegara lain sampai saat ini, yang ngebuat gue semakin banyak melihat, membaca dan memahami. Waloupun kadang apa yang gue baca belum tentu sesuai dengan kenyataannya, karena untuk saat ini untuk bersikap bodo amat itu adalah hal yang egois. Kita harus aware dengan segala isu, mulai dari kesehatan, politik sampai konspirasi, gue coba serap informasinya. Apapun isunya setidaknya kita bisa mengedukasi mulai dari lingkungan terkecil.

Memasuki bulan kedua WFH (work from home), semakin banyak webinar, artikel dan pelatihan yang mengajak masyarakat untuk bijak mengelola keuangan, baik untuk konsumtif investasi dan tabungan. Gue salah satu yang concern dari segi ekonomi ini, melihat banyaknya kasus PHK, bangkrut dan kesulitan ekonomi yang lain, ngebuat gue semakin insecured. Kalaupun mungkin ini ga akan terjadi di gue, mungkin akan terjadi di orang-orang yang gue kenal. Itulah pentingnya kita punya ilmu financial management

Disaat saat seperti ini kita semakin paham, pentingnya nabung, pentingnya investasi, pentingnya menghindari hutang konsumtif, pentingnya sedekah. Belum terlambat untuk kita aware dengan hal-hal kayak gini.

Dan yang paling penting diantara semuanya berserah kepada Allah diiringi ikhtiar, sebaik-baiknya penolong adalah Allah swt, sesuai janji Nya : " Inna ma'al usri yusro (sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan)"
Semoga krisis ini segera berakhir, semoga covid19 segera menghilang dari muka bumi ini. se segera mungkin, semoga kita tetap strugle menghadapi krisis ini sampai akhir.. aaamiin


photonya ga nyambung gapapa lah ya, ini menandakan lagi kepengen banget liburan 

Continue reading Pandemi 2020

Wednesday, April 8, 2020

, , ,

Belajar Mengatur Keuangan





Berawal dari hobi gue nontonin vlog nya bang radit, gue semakin amaze ama dia karena banyak ilmu yg bisa didapet dari dia, salah satu nya financial planner, topic yang selalu membuat gue interest dan curious. Jadi kayak relatable banget ama kehidupan kita sehari-hari.

Sebenernya gue tumbuh dari keluarga yang ga ada basic ekonomi banget, tapi dari gue SMA gue udah diajarin buat ngelola duit sendiri, gue udah dikasih duit jajan per bulan padahal itu gue masih tinggal serumah ama orang tua. Nah selalu berusaha biar duit jajan surplus setiap bulannya, jadi bisa ditabung. Taktik gue yang pertama waktu itu adalah mark up pengeluaran diluar uang jajan, (pengeuaran tak terduga) dan gue buat dalam bentuk catetan semacem proposal yang kadang emak gue pertanyakan, “ini kok segini, ini apaan aja ?” yang pada akhirnya tetep di approve walopun diawalin dengan omelan. Taktik yang kedua, kalo bokap gue dirumah gue minta anterin ke sekolah, pulangnya gue nebeng ama temen yang dijemput, jadi uang transport utuh kan, lumayan 50% jatah bulanan itu buat transport doaang. Taktik yang ketiga adalah gue selalu bawa bekel makan siang, jadi meminimalisiri gue jajan dikantin.

Ketiga taktik itu berhasil ngebuat gue selalu ngasih sisa uang bulanan gue buat ditabung setiap bulannya, padahal gue masi bisa kongkow2 bareng temen, nonton dll. Jadi gamau rugi ya wkwk. Long short story akhirnya pas gue diterima kuliah di bandung, gue dibuatin tabungan, tabungan pertama gue di BNI sebesar 2 juta. Nominal yang buat gue waktu itu lumayaan ya

Mulailah gue kuliah yang bener2 harus ngatur keuangan sendiri karena udah ngekos alias tinggal sendiri, gaboleh lagi minta-minta kalo udah dijatahin. Gue mulai muter otak, sebenernya uang yang dikasih ortu gue waktu itu cukup buat makan hangout main nonton tapi nge pas banget gabisa nabung, kaya gue gatenang kalo gabisa nabung gitu, ini pengaruh dari kebiasaan gue pas SMA yang harus banget nabung tiap bulan. Gimana caranya gue bisa nabung, tapi gue ga minta tambahan uang jajan dari ortu ? Jalan satu-satunya cari penghasilan selain uang bulanan.


Ada banyak opsi : jualan/bisnis, kerja part time, beasiswa atau ikut proyek dosen. Gue tipe bukan orang pebisnis, ntah kenapa gue ga bakat banget buat bisnis, jd gue gamungkin dagang. Gue juga gamungkin kerja part time, ancur lah kuliah gue kan susah bgt jdi bakal gabsa bagi waktu ditambah masih pengen banyak waktu buat main organisasi dll. Jadi opsi yang gue pilih adalah gue coba apply beasiswa dan ambil proyekan dosen. Nah Alhamdullillah tahun kedua, gue dapet tuh beasiswa yang benefitnya banyak banget salah satunya dapet uang saku perbulan, nominalnya hampir sama dengan yang ortu gue kirim dan itu bertahan sampe gue lulus. Btw tentang beasiswa ini gue juga kaget kenapa bisa dapet, karena IPK gue ga tinggi2 banget , gue inget banget ada anak cumloude ngomong ke gue, “kok bsa sih lo yg dapet, kan ipk gue lebih tinggi” ya mana gue tau bambang wkwk. Setelah gue masuk ternyata gue baru tau ternyata mungkin kenapa gue dipilih karena essay gue, jd ini tuh beassiwa bukan buat orang pinter tapi buat orang yang mau berkembang. Hehe. Mulai tahun kedua itu gue juga sering dapet proyekan dari dosen yang honor nya juga lumayan. Terus tahun ke 4 gue apply asdos krna udah mulai senggang waktunya, dan Alhamdulillah lumayan juga.

Penghasilan gue bertambah 100% dong dari sebelumnya, nah ini coba gue porsiin masing-masing, ga  semua ditabung, sebagian gue gunain buat pengembangan softskill, gue ikut kursus bahasa, gue ikut seminar-seminar pengembangan, gue ikut pelatihan-pelatihan kepemimpinan, termasuk buat gue travelling ke luar kota ya pokoknya yang ngebuat gue jadi ga gabut dan ketemu dengan banyak orang. Bayangin aja orang introvert kaya gue ini, waktu kuliah aktif banget sama banyak kegiatan dan sering ketemu banyak orang baru, sampe akhirnya pas gue lulus kuliah, tabungan di rekening gue ada sebesar 5 juta. Itu hasil gue nabung dari kerja+beasiswa.

Gue sempet nganggur 2 bulan, dan itu ortu masih terus ngasih uang bulanan sama kaya gue kuliah, karena emang lebih banyak duit yang gue keluarkan selama nganggur itu, gue ikut segala macem rekrutmen yang ngebuat gue gapernah ada dirumah. Bulan ke 3 Alhamdulillah gue udah mulai masuk kerja, jdi cashflow gue aman, nah sejak itu ortu gue dah gakpernah lagi ngasih duit. Semakin tertantang lagi dong gue, gimana caranya mengatur gaji dengan nominal jauh diatas uang jajan lo selama ini. Kebetulan yang gak disangka, temen kantor gue ngasih buku tentang cara mengelola uang dasar, iya emang dasar banget. Dan gue baru sadar selama ini ilmu gue tentang keuangan masih sangat dangkal (sampe skrg juga masih dangkal). Buku itu bener-bener bersejarah karena ilmunya masih gue pake sampe sekarang. Membuat arus cashflow keuangan, target dan di review setiap triwulan tau semester. Sederhana namun bisa cukup membantu untuk mengukur pencapaian lo dalam keuangan lo. Apakah keuangan lo sehat apa gak. Gue akan share sedikit tentang financial planner gue, cekidot.





simulasi diatas bisa disesuaikan dengan kebutuhan, kolomnya bisa ditambah atau dikurangi, dengan simulasi diatas setidaknya kita bisa mengontrol apakah selama ini penerimaan sudah sesuai dengan pengeluaran lo, jadi akan lebih terukur. Simulasi diatas biasanya gue update setiap 3 bulan sekali, dan itu konsisten gue lakuin sejak gue mulai kerja sampe sekarang. dan secara gak sadar lo bisa melihat trend financial lo, apakah menurun atau meningkat, idealnya sih meingkat karena seiring berjalannya waktu penghasilan akan meningkat juga.

Financial Planner itu penting banget dipupuk sejak lo masih belum berkeluarga, kalo kata bang radit “lo harus cari pasangan yang financial planner nya sejalan sama lo, atau setidaknya bisa sama-sama belajar mengatur keuangan biar nanti gak memicu keretakan dalam rumah tangga” 



-Semoga bermanfaat-
Rabu, 8 April 2020
Continue reading Belajar Mengatur Keuangan